Page 15 - buku NTT ok2
P. 15

bisa jadi akan berakhir dengan sebuah kepasrahan menerima
               nasib akibat aspek pendanaan yang tidak memadai.
                   Tendensi ini juga menyebabkan berbagai program literasi,
               baik yang dilakukan oleh pemerintah, maupun LSM atau
               kelompok masyarakat sipil lainnya berjalan lambat dan sering
               kali stagnan. Hal ini karena program pengadaan infrastruktur dan
               bahan bacaaan menjadi sedemikian mahal untuk diperluas atau
               direduplikasi. Namun, apakah benar persoalan rendahnya tingkat
               literasi kita terkait dengan kurangnya infrastruktur literasi dan
               ketimpangan ekonomi saja?

                   Studi terkait “Most Literated Nation in the World” yang
               dilakukan oleh Central Connecticut State University pada
               Maret 2016 (Kompas, 2016), menunjukan bahwa dari segi
               penilaian terkait komponen infrastruktur literasi, Indonesia
               ada di urutan 34 di atas Jerman, Portugal, Selandia Baru, dan
               Korea Selatan yang memiliki tingkat literasi lebih tinggi. Mereka
               mungkin tidak punya banyak gedung perpustakaan, tidak punya
               banyak buku bacaan sampai ke desa-desa, gerakan literasi, atau
               mobil perpustakaan keliling seperti yang kita punya. Namun,
               kenyataan bahwa tingkat literasi mereka lebih baik dibandingkan
               dengan Indonesia mengisyaratkan sebuah pesan penting bahwa
               infrastruktur dan akses bukan satu-satunya persoalan.


               Persoalan Kualitas

               Persoalan kualitas selalu ditempatkan beririsan dengan persoalan
               akses. Kualitas layanan pendidikan dasar berkontribusi terhadap
               penguasaan literasi di sekolah. Tentu saja ini juga sebuah
               persoalan klasik yang kita alami karena tidak semua guru sekolah
               dasar memiliki kualifikasi yang dibutuhkan untuk menghadirkan
               pembelajaran literasi yang baik untuk anak-anak. Ketimpangan



               Mengakarkan Literasi, Memerdekakan Generasi              7
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20