Page 11 - buku NTT ok2
P. 11

digital sebagai subjek atau area khusus yang melaluinya seseorang
               dapat memiliki kemampuan khusus atasnya. Dari pengertian
               tersebut, kita melihat literasi dalam cakupan yang lebih luas
               dalam fungsinya untuk menjelaskan sebuah kompetensi khusus,
               misalnya dalam literasi numerik, literasi sains, literasi digital, dan
               sebagainya.

                   Merujuk pada pengertian yang pertama, cakupan literasi
               sering  diperluas  tidak  hanya  berrkaitan  dengan  kemampuan
               baca tulis, melainkan juga mencakup dua keterampilan bahasa
               lainnya, yakni menyimak dan berbicara. Hal ini, didefenisikan
               oleh Elizabeth Sulzby (1986) sebagai kemampuan berbahasa yang
               dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi seperti membaca,
               berbicara, menyimak, dan menulis dengan cara yang beragam
               sesuai dengan tujuan literasi tersebut. Definisi ini menggambarkan
               pemahaman literasi sebagai sekumpulan keterampilan kognitif
               berbahasa yang independen untuk tujuan berkomunikasi.
                   Namun, dalam pemahaman yang lain, literasi dapat
               dilihat sebagai sebuah aplikasi praktis dan kontekstual ketika
               dipraktikkan dalam sebuah konteks sosial dan budaya tertentu,
               atau sebagai sebuah proses belajar dibandingkan sekadar sebuah
               produk dari sebuah intervensi terbatas pendidikan, atau sebagai
               sebuah text yang diproduksi dan dikonsumsi oleh seorang
               manusia literat (UNESCO, 2006; Le Roux 2016). Pemahaman yang
               demikian akan menempatkan literasi ke dalam sebuah diskursus
               dan kajian yang sangat luas.

                   Untuk tujuan tulisan ini, persoalan yang akan dibahas
               dibatasi terkait literasi baca tulis. Alasan yang mendasarinya
               adalah  berbagai  penilaian  atas tingkat literasi yang  berkaitan
               dengan apakah seseorang atau sekelompok masyarakat memiliki
               kemampuan dasar untuk membaca dan menulis. Dalam ilmu




               Mengakarkan Literasi, Memerdekakan Generasi              3
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16