Selamat Datang di Sistem Informasi Penerbitan (SiPena)
 

Alih Aksara Syair Cerita Wayang (ML 248) Jilid 1

Mohon maaf, tidak tersedia file e-book
Judul : Alih Aksara Syair Cerita Wayang (ML 248) Jilid 1
Penulis : Mardiono & Didik Purwanto
Penerbit : Perpusnas Press
ISBN : 978-623-313-793-5
e-ISBN : 978-623-313-795-9 (jil.1 PDF)
Halaman : 83
Tahun Terbit : 2023
Penyunting :
Tata Letak :
Desain Cover :
Abstrak : Syair Cerita Wayang ini merupakan salah satu koleksi naskah Melayu yang berbentuk syair dari koleksi naskah kuno yang ada di Perpustakaan nasional RI, tersimpan dengan nomor koleksi ML 248. Naskah-naskah yang ada di Perpustakaan Nasional berjumlah 12 ribuan lebih, dari jumlah itu naskah Melayu berjumlah sekitar 1000 naskah, dari jumlah naskah Melayu itu naskah yang berupa syair ada sekitar 78 naskah, Syair Cerita Wayang merupaka nnaskah koleksi Bataviaasch Genootschap (BG) yang merupakan lembaga yang berdiri tahun 1778. Lembaga ini terus mengumpulkan koleksi kepurbakalaan, etnografi, buku, dan naskah. Setelah merdeka, lembaga ini kemudian menjadi lembaga kebudayaan Indonesia, kemudian koleksi naskah ex-BG terus terkelompok sebagai salah satu bagian dari Museum Pusat yang kemudian dikenal menjadi Museum Nasional kemudiantahun 1989 koleksi naskah pindah ke Perpusnas. Karya sastra lama tentang cerita wayang tertulis dalam bentuk naskah kuna yang banyak tersimpan di beberapa museum, perpustakaan, keraton, dan sebagai milik pribadi. Beberapa naskah yang tersimpan di Perpustakaan Nasional kebanyakan ditulis di atas media kertas dan daun lontar. Pada umumnya, naskah wayang ditulis dalam bahasa Jawa, Bali, dan Sunda, namun ada juga yang ditulis dalam bahasa daerah lain, di antaranya dalam bahasa Melayu-Betawi menggunakan aksara Jawi, seperti naskah Syair Cerita Wayang ini. Naskah-naskah Melayu-Betawi ini awalnya merupakan koleksi taman bacaan rakyat milik keluarga Fadli di Langgar Tinggi, Pecenongan Jakarta Pusat. Menurut Chambert-Loir (lihat Hikayat Nakhoda Asik, 2009:247), berdasarkan catatan yang disusun oleh Muhammad Bakir untuk mengiklankan koleksi naskah pada taman bacaannya, diketahui bahwa terdapat lebih dari 70 judul naskah yang pernah disewakan. Salah satu iklannya terdapat pada naskah yang berjudul Wayang Pandu, yang menginformasikan bahwa tersedia 30 judul naskah yang dapat disewakan. Dari sekurangnya 70 judul naskah yang pernah disewakan, kini hanya tinggal 43 judul naskah saja, tersimpan di Perpustakaan Nasional sebanyak 27 judul, di Saint-Petersburg sebanyak 10 judul, dan di Leiden sebanyak 6 judul. Di antara 27 judul naskah Melayu-Betawi yang tersimpan di Perpustakaan Nasional terdapat cerita wayang berbahasa Melayu-Betawi, antara lain berjudul: Wayang Arjuna, Wayang Pandu, Hikayat Agung Sakti, Hikayat Gelaran Pandu, Hikayat Pandawa Sakit, Maharaja Garebek Jagat, Hikayat Seri Rama, Syair Perang Pandawa/Syair Cerita Wayang. Kumpulan cerita wayang berbahasa Melayu-Betawi tersebut kondisinya mulai rusak karena sering dibaca oleh pemustaka. Sistem layanan yang memperbolehkan pemakai membaca dan membuka-buka naskah aslinya merupakan salah satu faktor penyebab yang mempercepat proses kerusakan naskah. Selain kecerobohan dalammemperlakukan naskah dan cara membaca, kandungan asam pada tangan manusia juga dapat merusak kertas