Selamat Datang di Sistem Informasi Penerbitan (SiPena)
 

Alih Aksara Serat Pramatisara (Koleksi Museum Dewantara Kirti Griya)

Judul : Alih Aksara Serat Pramatisara (Koleksi Museum Dewantara Kirti Griya)
Penulis : Nicko Andreyanto
Penerbit : Perpusnas Press
ISBN : 978-623-313-769-0
e-ISBN : 978-623-313-770-6 (PDF)
Halaman : 75
Tahun Terbit : 2023
Penyunting :
Tata Letak :
Desain Cover :
Abstrak : Serat Pramatisara merupakan naskah koleksi Museum Dewantara Kirti Griya dengan kode koleksi Bb.1.53. Serat Pramatisara merupakan naskah cetak (tetapi memuat teks kuno beraksara Jawa) yang diterbitkan pada tahun 1922 oleh Boekhandel M. Tanojo. Naskah cetak ini tidak diketahui juru tulis dan pemrakarsanya, namun jelas tarikh penulisan disebutkan pada kolofon yang berangka tahun 1852. Keterangan tersebut menjelaskan bahwa teks ini ditulis pada tahun 1852 dan diterbitkan pada tahun 1922. Dilihat dari bentuknya, naskah cetak ini merupakan naskah prosa. Secara garis besar Serat Pramatisara berisi tentang cara pengendalian emosi (amarah). Jika dilihat dari isinya, teks ini memuat ajaran yang digunakan sebagai penerang jalan dalam mencapai keselamatan dan kemuliaan dalam kehidupan manusia. Ajaran yang terdapat pada teks ini menggunakan praktik spiritual mengenai cara untuk mengendalikan hawa nafsu dan ajaran untuk mencapai kempurnaan batin. Hal itu sangat relevan jika diterapkan pada saat ini, sebab dengan menjalankan berbagai ajaran yang disampaikan oleh pengarang mampu menciptakaan keselarasan dalam kehidupan. Selain itu, dapat dijadikan sebagai kontrol perilaku manusia agar selalu ingat dan waspada dalam menggapai yang diharapkan. Naskah cetak ini menggunakan aksara Jawa, sehingga dikaji menggunakan paradigma filologi agar dapat dipahami oleh pembaca masa kini. Robson (1994, 12) menyatakan bahwa tugas seorang filolog yaitu menjebatani kesenjangan komunikasi antara penulis dan pembaca modern, berbagai proses perlu dilibatkan. Paradigma ini digunakan untuk mempermudah dalam menyajikan teks dalam bentuk latin dan menyajikan isi teks supaya dapat dipahami oleh pembaca masa kini.